Winnie The Pooh Bear
 

Kamis, 06 Desember 2018

Aqidah Akhlak Kelas 2 Bab 2 Asmaul Husna

0 komentar

BAB II

Asmaul Husna 


           Dalam agama Islam, Asma'ul husna (Arab: أسماء الله الحسنى, asmāʾ allāh al-ḥusnā‎) adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama (penyebutan) dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.
Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta'ala. Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad.
        Asma'ul husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.
Para ulama berpendapat bahwa kebenaran adalah konsistensi dengan kebenaran yang lain. Dengan cara ini, umat Muslim tidak akan mudah menulis "Allah adalah ...", karena tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allah, akan tetapi harus dapat mengerti dengan hati dan keterangan Al-Qur'an tentang Allah ta'ala. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang ditujukan pada Allah harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan wajar kata-kata itu. Allah itu tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu, seperti tercantum dalam surat Al-Ikhlas.
"Katakanlah:"DialahAllah,YangMahaEsa.Allah adalahTuhan yanbergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (Al-Ikhlas 112:1-4)
Para ulama menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, Allah Yang Memiliki Maha Tinggi. Tapi juga Allah Yang Memiliki Maha Dekat. Allah Memiliki Maha Kuasa dan juga Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik.

A. Ar- Razaq Allah memenuhi kebutuhan semua makhluknya. 

      Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendakinya , baik kepada orang yang beriman maupun kepada orang yang kafir. 
Kalian mungkin tidak dapat menghitung nikmat Allah yang diberikan kepada kalian . 
Kata Ar-Razzaq diambil dari kata Razaqa atau Rizq yang artinya rezeki. 
Contoh rezeki antara lain berupa pangan dan pemenuhan kebutuhan. 
Dalam al-Qur’an kata ar-Razzaq terdapat dalam surat az-Zariyat ayat 58 : Artinya : “Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” 
Ar-Razzaq adalah Allah yang berulang-ulang dan banyak sekali memberi rezeki kepada mahluk-Nya. Rezeki adalah segala pemberian Allah yang dapat dimanfaatkan. 
Setiap makhluk telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Tetapi bukan berarti Allah memberikannya begitu saja.
        Manusia harus berusaha. Misalnya agar kebutuhannya terpenuhi, maka manusia harus bekerja. Jaminan Allah terhadap rezeki manusia, hewan dan tumbuhan berbeda-beda. Karena kebutuhan manusia sangat banyak, maka manusia dianugerahi sarana yang lebih sempurna. Manusia diberi akal, ilmu dan pikiran agar dapat memenuhi kebutuhannya. Rezeki bayi dan orang dewasa pun berbeda. Bayi hanya menunggu makanan yang siap dan menanti untuk disuapi. Sedangkan orang dewasa tidak demikian. Allah menyiapkan sarana dan manusia diperintahkan mengolahnya. 
Allah memberikan rezeki kepada hambanya berupa tanaman dan hewan , tanaman mengambil makanan dari air , tanah mengambil oksigen dari udara , matahari menyinari tanaman , tanaman menghasilkan biji- bijian dan buah-buahan. 
 
B. Al- Mughni Al-Mughni artinya Allah yang memberi kekayaan. 
        Allah adalah zat yang memberi kekayaan kepada manusia. 
Allah Maha Kaya dan juga Maha Pemberi kekayaan. Kekayaan Allah tidak akan berkurang karena dibagikan kepada semua hamba-hamba-Nya. Karena Allah benar-benar Maha Kaya. 
Seperti dalam firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 64 : Artinya : “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. dan Sesungguhnya Allahbenar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” Manusia harus rajin bekerja dan berdoa kepada Allah. Manusia yang rajin pasti akan diberi kekayaan oleh Allah. Karena Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Kekayaan. Oleh karena itu berdoalah kepada Allah dengan membaca “Ya Mughni”. Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah berarti dia adalah orang yang sombong. Apalagi jika ia berdoa kepada selain Allah berarti ia termasuk orang yang musyrik (menyekutukan Allah). Kekayaan tidak hanya berupa uang yang melimpah, emas, dan sebagainya. Tetapi sekedar mencukupi kebutuhan kita itu sudah merupakan kekayaan. Karena kekayaan sejati adalah kekayaan hati. Seperti dalam sabda Nabi Muhammad SAW 
: لَيْسَ الْغِنىَ عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنىَ غِنىَ النَّفْسِ   Artinya : “Kaya itu bukanlah kaya harta, tetapi kaya jiwa
atau hati ” (HR. Bukhari-Muslim). 
Sifat Allah yang selalu memberi kepada hamba-hamba-Nya perlu kita contoh. Apabila kita diberi kekayaan yang melimpah, bersyukurlah kepada Allah. 
Salah satunya dengan cara bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Sebagai anak yang beriman , minta tolong lah kepada Allah , Allah Maha Kaya , Allah senang kepada anak yang minta pertolongan ini bukti bahwa kalian membutuhkan Allah. Minta pertolongan hanya kepada Allah yang Maha Kaya.
 
C. Al- Hamid Al-Hamid artinya Allah adalah Tuhan yang Maha Terpuji. 
           Hanya Allah pemilik segala pujian. Apa yang kita miliki semua pemberian dari Allah. 
Allah telah menciptakan air dan makanan untuk mencukupi kehidupan hamba-hamba-Nya. 
Allah menganugerahkan kita panca indera untuk menikmati indahnya alam yang diciptakan oleh Allah. 
Allah juga menciptakan udara untuk bernafas. 
Allah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi. 
Seperti dalam firman Allah dalam surat as-Saba’ ayat 1 : Artinya : “Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. dan Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.” Ucapkan Alhamdulillah sebagai tanda rasa syukur dan pujian kepada Allah. 
Karena semua kenikmatan hanya berasal dari Allah. 
Hanya Allah saja yang maha terpuji. 
Allah tidak menyukai orang yang selalu pamer dan ingin dipuji. 
Karena jika kita beribadah karena ingin dipuji, berarti ibadah kita tidak ikhlas. Jika tidak ikhlas akan terjerumus kedalam sikap ria (selalu ingin dipuji). 
Ikhlas adalah beribadah karena mengharap ridha dari Allah semata. 
 
 D. As- Syakur Asy-Syakur artinya Allah yang Maha Mensyukuri (yang berterima kasih). 
       Sebagai bukti bahwa Allah bersifat asy-Syakur adalah Allah selalu memberi balasan kepada orang-orang yangberbuat baik. Bahkan Allah melipatgandakan pahalanya. Orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, maka Allah akan membalasnya dengan menambah nikmat kepada orang tersebut. Oleh karena itu, kita harus meneladani sifat tersebut. Kita harus berterima kasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita. Jika kita ditolong atau diberi sesuatu oleh orang lain maka ucapkanlah terima kasih. Lebih baik lagi jika disertai dengan doa dengan mengucap Jazakallahu khairan kasiran yang artinya semoga Allah membalas kebaikanmu. Orang-orang yang tidak mau berterima kasih kepada orang lain sama dengan ia tidak bersyukur kepada Allah SWT. 
Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW. : مَنْ لمَ ْيَشْكُرِ النَّاسَ لمَ ْيَشْكُرِ اللهَ Artinya : “ Barang siapa yang tidak
berterimakasih kepada manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah)

0 komentar:

Posting Komentar

Buku Siswa Kelas 2 Tema 8 : Keselamatan di Rumah dan Perjalanan

Kelas 02 SD Tema 8 Siswa by Khusnul on Scribd

 
Ruang Ilmu © 2018